VinFast Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan produsen baterai global, Gotion dan CATL, untuk menangani pengelolaan limbah baterai kendaraan listrik (EV). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam mempelajari proses daur ulang baterai secara komprehensif.
Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, mengonfirmasi bahwa saat ini operasional pengelolaan baterai masih mengandalkan keahlian mitra eksternal. Pengalaman luas yang dimiliki Gotion dan CATL menjadi alasan utama di balik kolaborasi tersebut.
Alasan Pemilihan Mitra Strategis
Rinaldi menjelaskan bahwa VinFast memilih bekerja sama dengan pihak ketiga karena kedua perusahaan tersebut dinilai memiliki rekam jejak mumpuni di industri baterai global. Fokus utama kerja sama ini adalah memastikan limbah baterai dikelola sesuai standar lingkungan.
“Untuk pengelolaan baterai kami bekerja sama dengan beberapa mitra, seperti Gotion dan CATL,” ujar Rinaldi.
Menurutnya, keterlibatan mitra profesional sangat krusial mengingat kompleksitas teknis dalam proses daur ulang. VinFast mengakui saat ini masih dalam tahap pengembangan kapasitas internal terkait manajemen limbah energi tersebut.
Rencana Pengembangan Kapasitas Mandiri
Meski saat ini masih bergantung pada mitra, VinFast tidak menutup kemungkinan untuk mengelola proses daur ulang baterai secara mandiri di masa depan. Perusahaan terus memantau perkembangan teknologi agar dapat mengintegrasikan proses ini ke dalam ekosistem mereka secara utuh.
“Saat ini kami memang belum memiliki kemampuan untuk itu sehingga masih bekerja sama dengan partner yang lebih berpengalaman,” kata Rinaldi menambahkan.
Langkah kolaborasi ini sejalan dengan komitmen VinFast untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di pasar global, termasuk Indonesia. Pengelolaan limbah baterai menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga siklus hidup produk yang ramah lingkungan.