VinFast Jadikan Pabrik Indonesia Basis Ekspor Mobil Listrik Setir Kanan

VinFast memperkuat komitmennya di industri kendaraan listrik Indonesia dengan menyiapkan fasilitas produksi di Subang sebagai basis ekspor. Pabrik ini diproyeksikan tidak hanya melayani pasar domestik, tetapi juga memenuhi kebutuhan kendaraan setir kanan di pasar global.

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, menjelaskan bahwa pembangunan pabrik ini merupakan langkah strategis untuk menunjukkan eksistensi merek asal Vietnam tersebut di Tanah Air. Kehadiran fasilitas lokal diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja.

Basis Produksi Kendaraan Setir Kanan

Rinaldi menyebut Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat produksi mobil listrik dengan konfigurasi setir kanan. Hal ini dikarenakan fasilitas produksi utama VinFast di Vietnam saat ini masih difokuskan pada kendaraan setir kiri.

“Jadi kami mau bahwa produksi nanti Indonesia ini juga akan jadi basis produksi atau bahkan kita bisa ekspor untuk negara lain yang tentunya menggunakan setir kanan. Karena Vietnam kan sekarang setir kiri,” ujar Rinaldi di Jakarta, Rabu (1/6/2026).

Peluang ekspor tersebut terbuka lebar ke berbagai negara yang memiliki regulasi berkendara serupa dengan Indonesia. VinFast optimis bahwa ke depannya Indonesia akan menjadi pilar penting dalam rantai pasok global mereka, khususnya untuk segmen kemudi kanan.

Target Produksi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Pabrik VinFast yang berlokasi di Subang, Jawa Barat, saat ini tengah melakukan penyerapan tenaga kerja secara bertahap. Hingga kini, jumlah pekerja yang telah bergabung dilaporkan berada di kisaran 800 hingga 1.200 orang.

Rinaldi menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja akan terus meningkat seiring dengan optimalisasi kapasitas produksi pabrik. Saat ini, fasilitas tersebut belum beroperasi secara penuh sehingga penambahan personel dilakukan sesuai dengan perkembangan operasional di lapangan.

VinFast mematok target kapasitas produksi hingga 50.000 unit kendaraan per tahun. Untuk mengejar target tersebut, perusahaan memperkirakan total kebutuhan tenaga kerja secara keseluruhan bisa menyentuh angka yang jauh lebih besar dari saat ini.

“Dengan kapasitas produksi kita nanti yang ditargetkan bisa sampai 50 ribu dalam satu tahun, tentunya kita membutuhkan paling tidak bisa sampai 8-10 ribu karyawan yang dibutuhkan untuk mengejar target produksi. Jadi itu akan bertahap,” kata Rinaldi menjelaskan rencana jangka panjang perusahaan.